Rabu, 02 Januari 2013

PETIKAN NADA TAKDIR


hal yang biasa katanya, alam demokrasi penuh dengan kritikan dan bebas berbicara tanpa ada yang bisa mengekangnya, begitulah gambaran peristiwa yang terjadi sekarang di tanah Aceh.
bebas mengemukakan pendapat tanpa peduli akan hakikat yang terjadi, semata-mata dia laksana pahlawan yang baru pulang dari medan perang, alangkah tak bermakna dan tiada di hargai sedikitpun apa yang telah di rintis oleh para pejuang yang rela mengorbankan jiwa dan raga demi untuk mencapai sebuah kemerdekaan, yang walau belum terlaksana namun telah banyak kita rasakan kemudahan faedah dari perjuangan itu sendiri.
namun yang menjadi tanda tanya besar di dalam perjalanan adalah kemana arah perjuangan di saat ini, dan mengapa banyak bermunculan pahlawan-pahlawan di saat damai menjelma.
ma'af beribu ma'af wahai sang pahlawan, tiada niat untuk mendiskreditkan perjuangan saudara, demi mencapai kemakmuran pribadi, namun adakah saudara pahami akan arti sebuah perjuangan yang telah terjadi di negeri rencong ini, mungkin ada gambaran kecurangan yang di perlihatkan oleh para elit politik GAM dalam mencari kemakmuran diri, namun jangan jadikan itu sebagai momok untuk meniadakan perjuangan yang telah melahirkan banyak makna di negeri ini.
sekali lagi harap dima'afkan apabila ada kesalahan dalam saya mengatur kata,
yang saya heran adalah, ramai elit politik yang katanya orang aceh tulen ternyata tanpa sadar atau memang di sengaja telah mengadakan upaya untuk mengesampingkan GAM dan berjalan sendiri-sendiri di dalam memperjuangkan aspirasi rakyat aceh, yang walau semua itu di lakukan demi untuk mencari kemakmuran pribadi.
meugalak-galak bak tiek mie lam kawan ureung peulot leuk..........???
mengapa tidak berjalan dalam sebuah wadah yang telah ada dan mendapatkan pengakuan dunia, jika memang berkeinginan tulus demi untuk kemakmuran bangsa.
atau memang kita ingin mengulang sejarah DI/TII, sehingga yang akan di salahkan adalah para gerilyawan GAM oleh anak cucu kita nantinya....
wahai sang pahlawan...jangan jadikan kami tumbal untuk mempertanggung jawabkan kesalahan ini....semoga akan ada jalan yang lebih baik di kemudian hari.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar